Selasa, 17 April 2012

Positioning & Promosi


Positioning merupakan strategi pemasaran dan sifatnya jangka panjang, sedangkan promosi merupakan taktik marketing dan sifatnya jangka pendek, keduanya memiliki hubungan yang sangat kuat sekali.

Positioning adalah upaya perusahaan untuk menanamkan image positif dibenak konsumen  dan promosi merupakan upaya perusahaan untuk mengkomunikasikan keunggulan produknya sehingga diketahui oleh pelanggan.

Positioning merupakan tujuan jangka panjang perusahaan, dan untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan perlu didukung oleh kegiatan dan taktik jangka pendek yang konsisten, teratur dan berkesinambungan.

Positioning dan promosi perlu berjalan selaras karena :
  1. Promosi merupakan upaya perusahaan untuk mengkomunikasikan positioning perusahaan. Jika tidak selaras maka positioning perusahaan tidak mungkin tercapai dengan baik.
  2. Image atau citra perusahaan tidak akan terbentuk dengan baik jika promosi yang dilaksanakan tidak sesuai dengan positioning, jika dibiarkan berlangsung untuk jangka waktu yang lama, maka keunggulan perusahaan menjadi kabur, akibatnya merek perusahaan menjadi lemah.

Tips untuk menyelaraskan positioning dan promosi :
  1. Sebelum melaksanakan design untuk promosi, perlu diperiksa kesuaian antara kalimat positioning dan kalimat promosi, jika bertolak belakang maka perlu dikaji kembali kalimat untuk promosi.
  2. Kalimat promosi mengikuti positioning produk perusahaan, karena tujuan jangka pendek mengikuti tujuan jangka panjang pemasaran perusahaan, dan bukan sebaliknya.
  3. Lakukan survey dan analisis untuk setiap kegiatan promosi yang dilaksanakan oleh perusahaan, agar dapat diketahui efektivitas promosi dalam  mendukung positioning produk perusahaan.

Dengan penyelarasan positioning dan promosi maka image produk akan semakin meningkat, dan selanjutnya akan terjadi peningkatan brand awareness dan penjualan perusahaan secara konsisten.

Rabu, 28 Maret 2012

Media Planning


Berdasarkan survei perilaku pemasaran perusahaan, semakin banyak perusahaan yang mulai mengiklankan produknya dipasaran. Peningkatkan iklan ini disebabkan persaingan yang semakin meningkat, karena semakin banyak produk sejenis yang hadir di pasaran, sehingga konsumen semakin banyak pilihan dan sulit untuk mengenali secara detil satu persatu. 

Cara paling efektif bagi perusahaan untuk menginformasikan keunggulan produknya adalah melalui iklan. Ada perusahaan yang tertarik terhadap iklan melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, billboard, brosur, banner, dll, ada yang tertarik terhadap iklan di media elektronik seperti : radio dan televisi. Namun ada satu media yang  banyak dibicarakan dan biayanya sangat efisien, tidak lain adalah iklan melalui sosial media, seperti : facebook, twitter, dll.

Iklan mampu meningkatkan brand awareness maupun penjualan perusahaan, namun tidak sedikit perusahaan yang telah banyak mengeluarkan biaya untuk iklan,  hasilnya tidak menunjukkan perbaikan atau peningkatan. Masalah tersebut terjadi karena perusahaan tidak merencananakan program promosi dan pemilihan media promosi dengan cermat.

Perencanaan program promosi diikuti dengan perencanaan media (media planning) harus dilaksanakan dengan sistematis, agar tujuan pemasaran dapat tercapai dengan baik dan lancar.

Data-data dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh seorang media planner / perencana media yang baik, agar tujuan dan program promosi dapat tercapai dengan baik, antara lain :

  1.   Marketing Strategy Plan
Berisi strategi pemasaran perusahaan, seorang perencana media harus mengetahui dengan baik segmentasi pasar perusahaan dan positioning produk perusahaan, serta rencana pemasaran perusahaan.

  1.  Keunggulan dan kelemahan media promosi
Media planner harus mengetahui keunggulan dan kelemahan dari berbagai media, sehingga media yang dipilih benar-benar bekerja efektif sesuai target komunikasi perusahaan.

  1.  Pengukuran hasil promosi
Media planner harus memiliki kemampuan untuk mengukur hasil promosi, metode pengukuran, dapat dilihat dari survei pelanggan yang membeli produk perusahaan.

 Dengan menguasai ketiga aspek di atas, maka pemilihan media promosi dalam upaya mendukung tujuan pemasaran perusahaan, menjadi lebih terarah.

Minggu, 26 Februari 2012

Product Life Cycle

Kotler mengatakan bahwa sebuah produk mempunyai  siklus hidup produk (Product Life Cycle). Dengan demikian berarti produk perusahaan mempunyai usia yang terbatas, penjualan produk berbeda-beda sesuai tahapan produk, setiap tahap produk memiliki peluang dan masalah yang berbeda serta dibutuhkan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian dan sumber daya manusia perusahaan.

Siklus hidup produk terdiri dari empat fase yaitu :
  1.  Pengenalan
Ciri-ciri dari tahap ini adalah pertumbuhan penjualannya masih lambat dan masih belum ada laba karena pengeluaran yang besar untuk pengenalan produk, seperti biaya promosi dan distribusi.

  1.  Pertumbuhan
Ciri-ciri dari tahap ini adalah adanya penerimaan pasar yang cepat dan peningkatan laba yang tinggi karena penjualan yang meningkat.

  1.  Kedewasaan
Ciri-ciri dari tahap ini adalah penjualan sudah tidak mengalami peningkatan  karena produk telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial yang ada pada suatu wilayah atau daerah.

  1.   Penurunan
Ciri-ciri dari tahap ini adalah penjualan mengalami penurunan yang drastis dan laba perusahaan juga semakin menurun.


Strategi marketing untuk masing-masing siklus hidup produk bisa berbeda karena kondisinya berbeda.
  1. Strategi pemasaran untuk tahap perkenalan, antara lain :
-   Membangun jaringan distribusi karena produk baru perlu tersalurkan dengan cepat kepada konsumen.
-   Membangun kesadaran merek (brand awareness) melalui promosi yang dilakukan secara konsisten.

  1. Strategi marketing untuk tahap pertumbuhan
-       Perluasan jaringan distribusi agar produk dapat tersebar lebih luas lagi, perluasan bisa dilakukan oleh perusahaan sendiri maupun bekerjasama dengan distributor di luar perusahaan.
-          Meningkatkan layanan dan jaminan produk perusahaan kepada pelanggan.

  1. Strategi marketing untuk tahap kedewasaan
-        Memperluas dan memperbanyak produk perusahaan, biasanya varian produk yang lebih banyak dan produk lama yang sudah diperbaharui akan mampu meningkatkan penjualan perusahaan.
-          Promosi secara konsisten untuk menginformasikan keunggulan produk kepada pelanggan.
  1. Strategi marketing untuk tahap penurunan
-       Produk yang tidak produktif, tidak memiliki prospek kedepan dan mengalami kerugian sebaiknya dihapus.
-  Inovasi produk baru untuk mengganti produk yang sudah tidak produktif agar penjualan perusahaan dapat mengalami kemunduran.

Selasa, 07 Februari 2012

Power of Culture


Budaya yang kuat pada organisasi dibutuhkan karena akan memberikan stabilitas bagi organisasi, budaya yang kuat akan membantu sumber daya manusia perusahaan memahami nilai-nilai yang perlu dianut untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka.

Budaya organisasi menurut Robbin dan Timothy (2008) adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.

Budaya organisasi berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, bukan dengan apa mereka menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu istilah deskriptif, penelitian mengenai budaya organisasi berupaya mengukur bagaimana karyawan memandang organisasi mereka : apakah mendorong kerja tim ? Apakah menghargai inovasi ? Apakah menekan inisiatif ?


Setiap perusahaan yang sukses, pasti memiliki budaya yang kuat, sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai dengan baik, seperti contoh GarudaFood yang memiliki nilai-nilai dan budaya organisasi yang kuat yaitu :

  1.   Humas Values
-       Menghayati dan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan yang meliputi: Truth, Right Conduct, Love, Non Violence, and Peace.
-          Tidak melanggar hal-hal yang dilarang agama.
-          Ketulusan dan keharmonisan dalam berfikir, berkata-kata, dan bertindak. 

2.      Business Ethics
-          Menggunakan norma-norma etika yang berlaku di dalam masyarakat dalam berinteraksi dan mengelola lingkungan bisnis sehingga tercapai "sustainable mutual benefit".
-          Peduli juga terhadap berbagai permasalahan yang muncul dalam kiprah bisnis Garudafood walaupun secara formal bukan menjadi bagian dari tanggung jawabnya.
  1.   Unity Through Harmony
-          Menjaga keharmonisan dan keutuhan dengan lingkungan bisnisnya secara internal (karyawan dan shareholder).
-          Menjaga keseimbangan dan keserasian antara aspek bisnis dengan aspek-aspek kehidupan lainnya.

  1.   Speed and Leading Change
-          Menjaga dan meningkatkan kecepatan dalam cara berpikir dan bertindak.
-          Melembagakan perubahan secara cepat dan berkesinambungan yang memberikan nilai tambah pada perusahaan dengan bertumpu pada kekuatan teknologi.
  1.   Working Smart in Learning Culture
-          Rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh serta konsisten dalam pekerjaan yang digeluti.
-          Menekankan pada proses bekerja yang cepat, sistematis, dan akurat.
-      Senantiasa meningkatkan cara dan mutu kerja melalui pengembangan diri di dalam budaya belajar yang terus dibangun oleh dan bersama perusahaan.

Dengan adanya budaya perusahaan menjadikan seluruh stakeholder yang ada pada perusahaan dengan penuh semangat untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan oleh perusahaan, terbukti GarudaFood sudah mendapatkan banyak pengakuan dan pencapaian prestasi organisasi, antara lain dari: Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA), Indonesian Best Brand Award (IBBA), Top Brand Award, Super Brand dan Anugerah Produk Asli Indonesia. International Standard Organization (ISO) untuk tiga kategori yaitu ISO 9001 (manajemen mutu), ISO 14001 (manajemen lingkungan) dan ISO 22000 (manajemen kemamanan pangan).


Penulis adalah :
  1. Consultant & Founder Trend Marketing
  2. Speaker SMART AND PRACTICAL MARKETING RADIOTALK @ Radio Smart FM Medan 101,8 MHz Rabu jam 17 : 00 sd 18 : 00


Untuk informasi konsultasi dan training dapat menghubungi : 08153061684 / 061 – 91186081.