Selasa, 07 Februari 2012

Power of Culture


Budaya yang kuat pada organisasi dibutuhkan karena akan memberikan stabilitas bagi organisasi, budaya yang kuat akan membantu sumber daya manusia perusahaan memahami nilai-nilai yang perlu dianut untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka.

Budaya organisasi menurut Robbin dan Timothy (2008) adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.

Budaya organisasi berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, bukan dengan apa mereka menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu istilah deskriptif, penelitian mengenai budaya organisasi berupaya mengukur bagaimana karyawan memandang organisasi mereka : apakah mendorong kerja tim ? Apakah menghargai inovasi ? Apakah menekan inisiatif ?


Setiap perusahaan yang sukses, pasti memiliki budaya yang kuat, sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai dengan baik, seperti contoh GarudaFood yang memiliki nilai-nilai dan budaya organisasi yang kuat yaitu :

  1.   Humas Values
-       Menghayati dan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan yang meliputi: Truth, Right Conduct, Love, Non Violence, and Peace.
-          Tidak melanggar hal-hal yang dilarang agama.
-          Ketulusan dan keharmonisan dalam berfikir, berkata-kata, dan bertindak. 

2.      Business Ethics
-          Menggunakan norma-norma etika yang berlaku di dalam masyarakat dalam berinteraksi dan mengelola lingkungan bisnis sehingga tercapai "sustainable mutual benefit".
-          Peduli juga terhadap berbagai permasalahan yang muncul dalam kiprah bisnis Garudafood walaupun secara formal bukan menjadi bagian dari tanggung jawabnya.
  1.   Unity Through Harmony
-          Menjaga keharmonisan dan keutuhan dengan lingkungan bisnisnya secara internal (karyawan dan shareholder).
-          Menjaga keseimbangan dan keserasian antara aspek bisnis dengan aspek-aspek kehidupan lainnya.

  1.   Speed and Leading Change
-          Menjaga dan meningkatkan kecepatan dalam cara berpikir dan bertindak.
-          Melembagakan perubahan secara cepat dan berkesinambungan yang memberikan nilai tambah pada perusahaan dengan bertumpu pada kekuatan teknologi.
  1.   Working Smart in Learning Culture
-          Rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh serta konsisten dalam pekerjaan yang digeluti.
-          Menekankan pada proses bekerja yang cepat, sistematis, dan akurat.
-      Senantiasa meningkatkan cara dan mutu kerja melalui pengembangan diri di dalam budaya belajar yang terus dibangun oleh dan bersama perusahaan.

Dengan adanya budaya perusahaan menjadikan seluruh stakeholder yang ada pada perusahaan dengan penuh semangat untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan oleh perusahaan, terbukti GarudaFood sudah mendapatkan banyak pengakuan dan pencapaian prestasi organisasi, antara lain dari: Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA), Indonesian Best Brand Award (IBBA), Top Brand Award, Super Brand dan Anugerah Produk Asli Indonesia. International Standard Organization (ISO) untuk tiga kategori yaitu ISO 9001 (manajemen mutu), ISO 14001 (manajemen lingkungan) dan ISO 22000 (manajemen kemamanan pangan).


Penulis adalah :
  1. Consultant & Founder Trend Marketing
  2. Speaker SMART AND PRACTICAL MARKETING RADIOTALK @ Radio Smart FM Medan 101,8 MHz Rabu jam 17 : 00 sd 18 : 00


Untuk informasi konsultasi dan training dapat menghubungi : 08153061684 / 061 – 91186081.

Values of Vision


Perusahaan yang sukses dimulai dari sebuah impian, sebuah mimpi dan sebuah tujuan. Seiring dengan berkembanganya ilmu manajemen dan marketing, tujuan perusahaan yang berawal dari sebuah mimpi, kemudian secara ilmu manajemen disebut sebagai visi.

Visi merupakan sebuah deskripsi dan gambaran mengenai tujuan perusahaan dimasa yang akan datang, visi bersifat jangka panjang, biasanya untuk  lima tahun kedepan. Visi yang baik harus memiliki tiga elemen penting yaitu :

  1.   Menantang
Visi harus dibuat menantang dan perlu upaya strategis maupun taktis yang sistematis untuk mencapainya, dengan demikian sulit untuk ditiru oleh pesaing.

  1.   Menginspirasi
Visi harus memberikan inspirasi dan dorongan yang kuat bagi seluruh tim untuk mencapainya, jika mencapainya akan merupakan kebanggaan bagi seluruh karyawan perusahaan, dari level paling bawah sampai pimpinan puncak.

  1.   Target Waktu
Visi harus memiliki target waktu, sehingga seluruh sumber daya yang ada pada perusahaan fokus terhadap arah dan target waktu yang telah dirumuskan.

Garuda Food merupakan contoh yang sangat menarik, dengan visi menjadi “Indonesia's Top 2 Food and Beverages Company by 2015” merupakan visi yang sangat inspirasi dan mampu menggerakkan setiap karyawan perusahaan untuk mencapai target tersebut, terbukti dari dari survey yang dilakukan Frontier dan majalah BusinessWeek Indonesia di Jakarta dan Surabaya pada 2006 hingga 2010 menyebutkan GarudaFood berada di urutan ketiga sebagai Indonesian Most Admired Company (IMAC). Sebagai perusahaan yang mengembang misi untuk membawa perubahan yang mencitakan kemanfaatn bagi masyarakat berdasarkan prinsip saling menumbuhkembangkan, GarudaFood juga aktif menjalankan program corporate social responsibility (CSR) di bawah bendera GarudaFood Sehati.  Kini, seluruh potensi yang ditopang kekuatan sekitar 20 ribu karyawan berkepribadian unggul ( noble people) menjadi modal utama GarudaFood dalam upaya menyongsong sukses sebagai sebuah sustainable enterprise.

Ada tujuh tips untuk mengembangkan visi perusahaan menurut The Jakarta Consulting Group :

  1.   Auditing the organization
Perusahaan perlu melakukan audit terhadap situasi internal organisasi seperti : mesin, teknologi, sumber daya keuangan, sumber daya manusia dan sistem manajemen, untuk mengetahui keadaan yang sesungguhnya didalam organisasi secara objektif.

  1.   Picturing the environment
Perusahaan membuat gambaran tentang keadaan organisasi dari  hasil audit yang telah dilaksanakan, selanjutnya dipetakan secara sistematis keunggulan maupun kelemahan yang ada di dalam organisasi.

  1.   Auditing the vision
Perusahaan melakukan audit kembali visi yang telah dirumuskan, untuk mengetahui upaya yang telah dilaksanakan untuk mencapai visi perusahaan, sekaligus mengidentifikasi sumber daya yang ada di dalam organisasi perusahaan, apakah mampu mencapai visi yang telah dirumuskan atau sebaliknya.

  1.   Mapping the domain
Perusahaan harus melakukan pemetaan terhadap fungsi utama dari setiap departemen  dan individu perusahaan, agar selaras dengan  visi yang telah dirumuskan, tujuan pemetaan untuk mengetahui sekaligus mengukur sejauhmana pencapaian visi oleh organisasi.

  1.   Developing alternative visions
Jika visi yang dirumuskan tidak didukung oleh sumber daya yang ada dalam organisasi, sebaiknya perusahaan memiliki visi alternative yang lebih realistis. Contoh : perusahaan ingin menjadi industry nomor 1 nasional, namun masih jauh dari segi teknologi, sistem dan sumber daya manusia, sebaiknya perusahaan lebih konsentrasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi terlebih dahulu.

  1.   Choosing the Right Vision
Perusahaan menentukan dan memilih visi yang paling sesuai diantara beberapa alternative visi yang telah dirumuskan, dengan demikian visi yang telah dipilih merupakan visi dapat memberikan inspirasi, menantang dan memiliki target waktu, sehingga tingkat keberhasilannya akan tinggi.
  1.   Packaging the New Vision
Visi yang telah dirumuskan, perlu dikemas dan didukung oleh manajemen organisasi, selanjutkan dijabarkan dalam misi perusahaan, struktur organisasi dan budaya perusahaan.

Perusahaan harus memastikan marketing plan, human resource plan, production plan dan financial plan selaras dengan visi perusahaan. Visi diibaratkan sebagai kompas penunjuk arah bagi perusahaan.




Penulis adalah :
  1. Consultant & Founder Trend Marketing
  2. Speaker SMART AND PRACTICAL MARKETING RADIOTALK @ Radio Smart FM Medan 101,8 MHz Rabu jam 17 : 00 sd 18 : 00


Untuk informasi konsultasi dan training dapat menghubungi : 08153061684 / 061 – 91186081.
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/11/28/23625/values_of_vision/#.TzHX7Xp1nIU

Jumat, 03 Februari 2012

Customer Gathering


Customer gathering biasanya dilaksanakan  perusahaan setiap setahun sekali untuk apresiasi dan sekaligus meningkatkan hubungan dengan langganan perusahaan. Pada umumnya acara yang dilakukan pada saat customer gathering adalah makan bersama, kemudian dilanjutkan acara hiburan kepada pelanggan.

Ada beberapa tujuan dari customer gathering antara lain :

  1. Apresiasi kepada langganan atas loyalitas mereka menggunakan dan menjual produk perusahaan secara berkesinambungan.
  2.  Meningkatkan hubungan dengan pelanggan perusahaan
Dalam acara tersebut perusahaan dapat melakukan interaksi secara informal kepada pelanggan perusahaan diluar hubungan formal yang sudah ada, sehingga mampu menimbulkan ikatan emosional yang sangat mempengaruhi pola pembelian dan loyalitas pelanggan terhadap produk perusahaan.

  1.   Informasi perkembangan  perusahaan.
Dalam acara gathering, perusahaan juga dapat memberikan informasi perkembangan produk dan perusahaan, sehingga sebagian besar pelanggan akan mengetahui produk dan layanan yang ada pada perusahaan saat ini.

  1.   Launching produk baru
Dalam acara customer gathering, perusahaan dapat menggunakan momentum tersebut untuk meluncurkan produk baru, dan hasilnya jauh lebih efektif karena sebagian besar pelanggan perusahaan mendengarkannya.

  1.   Promosi penjualan
Acara gathering merupakan event yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan promosi penjualan, perusahaan dapat menawarkan paket promosi yang menarik kepada pelanggannya seperti : diskon tambahan untuk pengambilan jumlah tertentu atau hadiah langsung untuk setiap penjualan unit tertentu seperti : hadiah mobil, sepeda motor, televise, laptop, furniture dan peralatan ekeltronik lainnya, dan biasanya akan mampu meningkatkan penjualan perusahaan pada saat diselenggarkaan acara tersebut.

Tips-tips untuk sukses melakukan customer gathering :
  1. Pilih EO yang berkompeten dalam membantu acara tersebut, namun jangan semuanya diberikan tanggungjawab kepada EO, perusahaan juga perlu terlibat dalam setiap kegiatan acara, dan ada panitia dari dalam perusahaan yang ikut membantu agar acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.
  2. Apabila acara customer gathering dilakukan sendiri oleh pihak perusahaan tanpa bantuan EO, maka tujuan acara, target peserta, serta rundown acara perlu dirincikan secara lengkap, termasuk susunan panitia untuk kesuksesan acara tersebut.
  3. Lakukan pengawasan perkembangan persiapan acara secara terperinci agar keterlambatan dan kekurangan pada saat acara dapat diminimalkan atau ditiadakan.
  4. Kepuasan pelanggan adalah tujuan dari customer gathering, buatlah acara yang dapat meningkatkan kepuasan bagi pelanggan.

Care


Untuk sukses di tahun 2012, perusahaan harus lebih “care” terhadap pelanggannya, bukan hanya memberikan pelayanan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure), tetapi melebihinya. “Care” berarti perusahaan lebih proaktif dalam memberikan pelayanan, bukan bersifat reaktif terhadap pelanggan. Proaktif bisa diartikan perusahaan lebih peduli terhadap kebutuhan layanan sebelum pelanggan mengatakannya, berbeda dengan reaktif yaitu perusahaan  memberikan pelayanan jika diminta atau setelah ada keluhan pelanggan.

Untuk membangun “customer care” yang kuat pada perusahaan, dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu :

  1.   Perusahaan perlu memiliki standar pelayanan terlebih dahulu.
-          Standar waktu pengiriman, servis, dll.
-          Standar ucapan selamat.
-          Standar jawaban atas keluhan pelanggan.
-          Standar produk dan jasa yang dijual perusahaan.
-          Standar jawaban atas pelayanan yang diberikan.

  1.   Pelatihan secara berkala untuk customer care :
-          Pengetahuan produk dan jasa perusahaan
-          Inovasi produk dan jasa perusahaan
-          Profil Pelanggan 

  1.   Pelayanan sesuai dengan tipe pelanggan
“Customer care” melayani pelanggan sesuai dengan tipe dan karakter masing-masing pelanggan. Perusahaan tidak bisa memberikan satu standar pelayanan untuk semua pelanggan.

  1.   Standar pelayanan melebihi SOP Perusahaan
Staf “customer care” harus berani memberikan pelayanan yang melebihi standar dan harapan pelanggan, jika ingin meraih hati pelanggan dan membuat pelanggan menjadi loyal.